Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku,dan menyuruh memaku satu batang aku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.
Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar. Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku di pagar,dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.
Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.
Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata : Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan
luka seperti pada pagar.
Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.
Tunjukkanlah kepada teman- temanmu betapa kau menyukai mereka. Kirim surat ini kepada mereka yang kau anggap teman, walaupun berarti kau mengembalikannya kepada yang mengirimkannya kepadamu.
Bila pesan ini kembali padamu, itu berarti bahwa kau mempunyai lingkaran teman.
Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu
dapat mempercayakan rahasia.
http://www.facebook.com/group.php?gid=89995324881
Minggu, 29 November 2009
Menegur dengan Kasih
Yang dimaksud dengan menegur adalah memberi teguran, menasehati, mendidik dan mengingatkan. Sikap orang dalam menerima teguran bermacam-macam. Ada yang menerima dengan senang hati, ada yang biasa-biasa saja, ada yang mengiyakan hanya untuk mempercepat proses pembicaraan, ada yang menolak dengan tegas, ada yang berkelit, bahkan ada yang tersinggung dan marah, serta masih banyak lagi reaksi lainnya.
Beberapa kebenaran yang perlu kita ketahui saat menegur orang lain:
1. Menegur haruslah dilandasi dengan kasih. Memang terdapat resiko orang yang ditegur menjadi tidak menyukai kita, tetapi kalau memang ia perlu ditegur, tegurlah!
Mengasihi bukan berarti harus selalu setuju, harus selalu mengiyakan, harus selalu tersenyum manis. Untuk mengasihi diperlukan teguran yang dibungkus dengan kejujuran dan keterusterangan, tanpa pura-pura.
Menegur yang dilandasi oleh kasih akan menutupi pelanggaran orang tersebut. Orang yang ditegur dengan kasih akan lebih mudah menerima teguran yang ditujukan kepadanya dan akibatnya kemungkinan untuk yang bersangkutan berubah menjadi lebih besar. Sebaliknya bila kita menegur dengan tidak berlandaskan kasih, hasilnya adalah pertengkaran. Pertengkaran bukanlah tujuan akhir yang ingin kita capai.
2. Menegur haruslah dengan hikmat. Hikmat akan membantu kita untuk memberi teguran yang tepat. Hikmat di sini berarti meliputi teknik, cara, kata-kata, waktu, tempat, serta situasi dan kondisi untuk penyampaian teguran yang tepat.
3. Hasil dari menegur dengan menggunakan hikmat akan berbuah manis. Awalnya mungkin terdapat gesekan, bahkan mungkin dapat menciptakan konflik dengan yang bersangkutan. Namun, kita tetap perlu mengambil resiko ini.
4. Jangan menahan teguran karena takut terhadap resiko gesekan dan konflik.
Salah satu bentuk kasih adalah teguran yang berhikmat. Saat kita tidak melakukan hal ini, kita berarti tidak takut pada Tuhan. Tidak takut pada Tuhan berarti dosa. Jangan takut menegur bila memang diperlukan!
Lalu bagaimana menegur dengan menggunakan hikmat?
1. Menegur dengan lemah lembut. Kelemahlembutan merupakan salah satu buah Roh yang diperlukan (Galatia 5:23). Lemah lembut bukan berarti lemah atau plin-plan. Lemah lembut merupakan sikap hati yang mau mengerti kondisi dan keterbatasan orang lain.
2. Mengetahui dengan jelas orang-orang yang perlu ditegur, orang-orang yang tidak perlu ditegur, saat dan situasi yang tepat untuk menegur. Walaupun saat kita tahu seseorang itu salah, ada saatnya kita perlu menggunakan hikmat. Ya, tidak serta merta kita dapat menegur, bahkan kadang-kadang menahan teguran atau tidak memberikan teguran memerlukan suatu hikmat tersendiri.
Berikut sejumlah ciri-ciri orang yang tidak perlu ditegur atau Anda sebaiknya menahan teguran pada waktu yang lain:
- Orang yang tidak mau mendengarkan teguran dan tidak mempedulikan teguran, bahkan membenci teguran. Orang-orang ini adalah orang yang akan menguras emosi kita. Jadi, jangan habiskan waktu, tenaga, dan emosi untuk orang yang tidak mau mendengar. Bukan karena kita tidak peduli, tetapi memang ada kesempatan lain yang lebih tepat untuk menegur. Cukup bawa orang ini dalam DOA.
- Orang yang gemar bersilat kata. Saat Anda memberi teguran pada orang yang gemar bersilat kata, orang ini akan terus-menerus memberi jawaban dan alasan. Hemat nafas Anda! Hentikan sampai di situ dan bawa orang ini dalam DOA.
Cara-cara menegur adalah demikian:
1. Menegur hanya berdua saja, tidak di depan orang lain. Orang akan lebih mudah menurunkan ego bila ditegur berdua saja tanpa kehadiran orang lain. Pada saat ada orang lain yang hadir, kecenderungan untuk membela diri dan mempertahankan ego akan lebih besar daripada saat hanya berdua.
2. Bila berdua saja tidak mempan, minta bantuan 1 atau 2 orang lain untuk menegur. Ini harus melihat kasusnya juga. Tidak semua kasus dapat diperlakukan sama. Jika memang diperlukan bantuan dari 1 atau 2 orang lain, lakukanlah!
3. Bila setelah minta bantuan dari 1 atau 2 orang tetap tidak mempan juga, minta bantuan lebih banyak orang. Ini hanya perlu dilakukan untuk kasus-kasus yang sangat serius. Untuk kasus-kasus yang dapat mengundang keresahan bagi orang banyak, hal ini perlu dilakukan. Bila yang bersangkutan masih tidak mau mendengarkan teguran, hemat nafas Anda! Cukup bawa yang bersangkutan dalam DOA Anda.
Jadi, Anda siap memberi teguran?
Amin.
http://www.facebook.com/group.php?gid=89995324881
Beberapa kebenaran yang perlu kita ketahui saat menegur orang lain:
1. Menegur haruslah dilandasi dengan kasih. Memang terdapat resiko orang yang ditegur menjadi tidak menyukai kita, tetapi kalau memang ia perlu ditegur, tegurlah!
Mengasihi bukan berarti harus selalu setuju, harus selalu mengiyakan, harus selalu tersenyum manis. Untuk mengasihi diperlukan teguran yang dibungkus dengan kejujuran dan keterusterangan, tanpa pura-pura.
Menegur yang dilandasi oleh kasih akan menutupi pelanggaran orang tersebut. Orang yang ditegur dengan kasih akan lebih mudah menerima teguran yang ditujukan kepadanya dan akibatnya kemungkinan untuk yang bersangkutan berubah menjadi lebih besar. Sebaliknya bila kita menegur dengan tidak berlandaskan kasih, hasilnya adalah pertengkaran. Pertengkaran bukanlah tujuan akhir yang ingin kita capai.
2. Menegur haruslah dengan hikmat. Hikmat akan membantu kita untuk memberi teguran yang tepat. Hikmat di sini berarti meliputi teknik, cara, kata-kata, waktu, tempat, serta situasi dan kondisi untuk penyampaian teguran yang tepat.
3. Hasil dari menegur dengan menggunakan hikmat akan berbuah manis. Awalnya mungkin terdapat gesekan, bahkan mungkin dapat menciptakan konflik dengan yang bersangkutan. Namun, kita tetap perlu mengambil resiko ini.
4. Jangan menahan teguran karena takut terhadap resiko gesekan dan konflik.
Salah satu bentuk kasih adalah teguran yang berhikmat. Saat kita tidak melakukan hal ini, kita berarti tidak takut pada Tuhan. Tidak takut pada Tuhan berarti dosa. Jangan takut menegur bila memang diperlukan!
Lalu bagaimana menegur dengan menggunakan hikmat?
1. Menegur dengan lemah lembut. Kelemahlembutan merupakan salah satu buah Roh yang diperlukan (Galatia 5:23). Lemah lembut bukan berarti lemah atau plin-plan. Lemah lembut merupakan sikap hati yang mau mengerti kondisi dan keterbatasan orang lain.
2. Mengetahui dengan jelas orang-orang yang perlu ditegur, orang-orang yang tidak perlu ditegur, saat dan situasi yang tepat untuk menegur. Walaupun saat kita tahu seseorang itu salah, ada saatnya kita perlu menggunakan hikmat. Ya, tidak serta merta kita dapat menegur, bahkan kadang-kadang menahan teguran atau tidak memberikan teguran memerlukan suatu hikmat tersendiri.
Berikut sejumlah ciri-ciri orang yang tidak perlu ditegur atau Anda sebaiknya menahan teguran pada waktu yang lain:
- Orang yang tidak mau mendengarkan teguran dan tidak mempedulikan teguran, bahkan membenci teguran. Orang-orang ini adalah orang yang akan menguras emosi kita. Jadi, jangan habiskan waktu, tenaga, dan emosi untuk orang yang tidak mau mendengar. Bukan karena kita tidak peduli, tetapi memang ada kesempatan lain yang lebih tepat untuk menegur. Cukup bawa orang ini dalam DOA.
- Orang yang gemar bersilat kata. Saat Anda memberi teguran pada orang yang gemar bersilat kata, orang ini akan terus-menerus memberi jawaban dan alasan. Hemat nafas Anda! Hentikan sampai di situ dan bawa orang ini dalam DOA.
Cara-cara menegur adalah demikian:
1. Menegur hanya berdua saja, tidak di depan orang lain. Orang akan lebih mudah menurunkan ego bila ditegur berdua saja tanpa kehadiran orang lain. Pada saat ada orang lain yang hadir, kecenderungan untuk membela diri dan mempertahankan ego akan lebih besar daripada saat hanya berdua.
2. Bila berdua saja tidak mempan, minta bantuan 1 atau 2 orang lain untuk menegur. Ini harus melihat kasusnya juga. Tidak semua kasus dapat diperlakukan sama. Jika memang diperlukan bantuan dari 1 atau 2 orang lain, lakukanlah!
3. Bila setelah minta bantuan dari 1 atau 2 orang tetap tidak mempan juga, minta bantuan lebih banyak orang. Ini hanya perlu dilakukan untuk kasus-kasus yang sangat serius. Untuk kasus-kasus yang dapat mengundang keresahan bagi orang banyak, hal ini perlu dilakukan. Bila yang bersangkutan masih tidak mau mendengarkan teguran, hemat nafas Anda! Cukup bawa yang bersangkutan dalam DOA Anda.
Jadi, Anda siap memberi teguran?
Amin.
http://www.facebook.com/group.php?gid=89995324881
Menginginkan Apa yang Kita Dapatkan
Menginginkan yang kita dapatkan... atau ....mendapatkan yang kita inginkan. Dari dua pernyataan tersebut manakah yang membuat hidup kita bahagia? Tentunya pernyataan "mendapatkan yang kita inginkan", karena hal ini sangat alamiah. Kita tentu punya angan-angan, harapan dan cita-cita. Dan tentunya kita berusaha mendapatkan apa yang menjadi keinginan kita. Tetapi TIDAK SEMUA keinginan kita bisa kita dapatkan, bukan?
Terkadang tanpa kita sadari, saat kita merasa begitu dekat dengan Allah, kita cenderung lupa "etika". Hal ini menyebabkan isi doa-doa kita menjadi seolah-olah MEMAKSA Allah untuk memenuhi keinginan kita. Kita menjadikan-Nya sebagai alat memenuhi keinginan kita..padahal keingginan tersebut belum tentu sesuai kehendak Allah. Pada saat keinginan kita tidak terwujud, maka yang timbul adalah rasa kecewa..koq Allah tidak mengerti ya keinginanku...
"Menginginkan yang kita dapatkan", kedengarannya aneh. Tetapi sebenarnya tidak, ini lebih cenderung kepada prilaku MENSYUKURI apa yang kita dapatkan. Kita mendapatkan sesuatu yang awalnya tidak kita inginkan, tetapi berusaha menjadi sesuatu yang kita inginkan.
Pertanyaanya, bagaimana caranya?
Mari kita mencoba memahami "keinginan" Allah terhadap kita. Allah Bapa yang menciptakan kita tentu maha mengetahui yang terbaik untuk kita. Sesuatu yang buruk yang kita terima saat ini, pasti ada rencana besar Allah untuk kebaikan kita.
Bila kita bisa "menginginkan" apa yang kita "dapatkan", hidup kita akan lebih bahagia.
Tuhan memberkati...amien.
http://www.facebook.com/group.php?gid=89995324881
Terkadang tanpa kita sadari, saat kita merasa begitu dekat dengan Allah, kita cenderung lupa "etika". Hal ini menyebabkan isi doa-doa kita menjadi seolah-olah MEMAKSA Allah untuk memenuhi keinginan kita. Kita menjadikan-Nya sebagai alat memenuhi keinginan kita..padahal keingginan tersebut belum tentu sesuai kehendak Allah. Pada saat keinginan kita tidak terwujud, maka yang timbul adalah rasa kecewa..koq Allah tidak mengerti ya keinginanku...
"Menginginkan yang kita dapatkan", kedengarannya aneh. Tetapi sebenarnya tidak, ini lebih cenderung kepada prilaku MENSYUKURI apa yang kita dapatkan. Kita mendapatkan sesuatu yang awalnya tidak kita inginkan, tetapi berusaha menjadi sesuatu yang kita inginkan.
Pertanyaanya, bagaimana caranya?
Mari kita mencoba memahami "keinginan" Allah terhadap kita. Allah Bapa yang menciptakan kita tentu maha mengetahui yang terbaik untuk kita. Sesuatu yang buruk yang kita terima saat ini, pasti ada rencana besar Allah untuk kebaikan kita.
Bila kita bisa "menginginkan" apa yang kita "dapatkan", hidup kita akan lebih bahagia.
Tuhan memberkati...amien.
http://www.facebook.com/group.php?gid=89995324881
A Little Lesson about Life
Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.
Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut.
Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.
Semuanya tak pernah terjadi.
Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu- kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.
Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita- cita dan harapan yang kita mintakan.
Kita mungkin tidak akan pernah dapat "Terbang". Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan maha Penyayang.
Kita memohon Kekuatan... Dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.
Kita memohon kebijakan... Dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan Hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.
Kita memohon kemakmuran... Dan Tuhan memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.
Kita memohon Keteguhan Hati... Dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.
Kita memohon Cinta...Dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.
Kita Memohon kemurahan/kebaikan hati...Dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.
Begitulah cara Tuhan membimbing Kita. Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan? Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.
Tetaplah berjuang...berusaha...dan berserah diri... Jika itu yang terbaik maka pasti Tuhan akan memberikannya untuk kita
-----------------------------------------------------------------------------------------
IBRANI 12
(5) Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
(6) karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
(7) Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
(8) Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
(9) Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?
(10) Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
(11) Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
(12) Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah;
13) dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.
...Ends...
http://www.facebook.com/group.php?gid=132740644586
Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut.
Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.
Semuanya tak pernah terjadi.
Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu- kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.
Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita- cita dan harapan yang kita mintakan.
Kita mungkin tidak akan pernah dapat "Terbang". Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan maha Penyayang.
Kita memohon Kekuatan... Dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.
Kita memohon kebijakan... Dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan Hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.
Kita memohon kemakmuran... Dan Tuhan memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.
Kita memohon Keteguhan Hati... Dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.
Kita memohon Cinta...Dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.
Kita Memohon kemurahan/kebaikan hati...Dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.
Begitulah cara Tuhan membimbing Kita. Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan? Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.
Tetaplah berjuang...berusaha...dan berserah diri... Jika itu yang terbaik maka pasti Tuhan akan memberikannya untuk kita
-----------------------------------------------------------------------------------------
IBRANI 12
(5) Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
(6) karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
(7) Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
(8) Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
(9) Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?
(10) Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
(11) Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
(12) Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah;
13) dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.
...Ends...
http://www.facebook.com/group.php?gid=132740644586
Tuhan Yesus vs Lucifier
Sebelumnya mari kita lihat kesaksian Kisah Ratu Lucifer (kesaksian).
Rina adalah bekas ratu yang telah insaf, 3 tahun yang lalu ia menjadi pemuja setan. Rina telah disembuhkan tanggal 28 Januari 1999 oleh Pak Herman. Usianya saat ini adalah 22 tahun. Rina terlibat dengan GS adalah sekitar akhir Mei 1995.
Sewaktu itu Rina masih kelas 1 SMKK. Demikian potongan cerita Rina:
"Seorang teman wanita saya mengajak saya ikut karate. Beberapa minggu kemudian, teman itu mengajak saya pergi ke sebuah acara kebaktian, Saya menolaknya tetapi teman itu memaksa terus, katanya saya akan mendapat ketenangan. Akhirnya saya setuju, dan dia akan menjemput saya pukul 24.00. Saya lupa nama perempuan itu, dan sekarang saya baru tahu kalau dia bukan pelajar SMKK. Total kami adalah berempat. Kami tiba di sebuah gubuk. Teman saya kemudian menghentakkan kakinya 3 kali seraya membaca mantera. Sesudah itu sebuah pintu tiba-tiba terbuka.
Sebuah tangga menghubungkan kami dengan ruang kebaktian. Ruangan itu hanya diterangi oleh lampu redup warna hijau. Tidak ada bangku atau kursi. Beberapa orang sudah ada duduk di bawah lantai dengan teratur. Ruangan itu besar sekali, bentuknya lancip, dan di ujung ruangan lancip itu ada sebuah altar. Bentuknya persegi dengan gambar pentagram di tengahnya. Lingkaran sebelah dalam berputar terus menerus. Ada 5 orang berjubah hitam berdiri di belakang altar tadi. Di belakang ke 5 orang itu ada gambar pentagram dengan 2 lingkaran di luarnya. Juga ada gambar salib patah. Sebuah gentong ada di depan altar, dan banyak cawan di letakkan di atas meja. Saya mendengar musik yang keras sekali sampai jantung berdebar-debar. Musik itu berhenti saat ritual di mulai. Saya diwajibkan menanggalkan pakaian, di ganti jubah putih. Sesudah itu, kami diharuskan mencuci wajah dan kaki dengan air yang sudah disiapkan sebagai tanda siap memasuki ritual satanisme tersebut. Baunya seperti air untuk memandikan mayat.
Lalu sebuah kertas disodorkan pada saya, dan saya diminta untuk menandatangani di kertas itu. Tangan saya di tarik dan dilukai dengan sebuah pisau, darah saya ditempelkan ke kertas tadi, belakangan saya tahu itulah kontrak darah yang di tulis dalam bahasa Indonesia. Isinya kira-kira : Saya resmi menjadi anggota.
Inilah gereja setan, kata si pemimpin tadi. Saya kaget luar biasa, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Acara berikutnya adalah meminum darah dari gentong tadi. Tapi sebelum itu tiba-tiba muncul sosok tinggi besar berkata Selamat datang, kami sudah dengar tentang kau, saya tahu sejarah hidupmu, dan ternyata namanya adalah Prince of Michael. Prince of Michael ini yang pertama meminum darah dari cawan tadi. Setelah itu peserta lain mengumamkan lagu-lagu pujian sambil memutari altar dan saya menjadi merinding tetapi lama kelamaan saya menyukai lagu itu. Tiba-tiba muncul satu sosok lagi,kulitnya kuning langsat, matanya
biru, tubuhnya lebih tinggi dan kekar dari orang sebelumnya, dia berjubah tetapi tidak berkerudung, dan dia tertawa sambil berkata : Hari ini adalah hari bahagia karena tamu yang lama di tunggu sudah tiba. Kalian berhasil menjalankan misi yang aku berikan, lalu katanya lagi : I'm Lucifer, I am king of king.lalu ia mengambil tangan saya dan mencium tangan saya lalu berkata : “Jangan ada yang menyentuh dia karena dia milik saya, lalu ia berkata kepada anggota lainnya : Good Bye, I Love You, lantas kemudian ia menghilang.
Lalu saya membaca ikrar, Saya menyerahkan seluruh jiwa dan tubuh saya untuk GS, kalau saya memberontak atau keluar dari perkumpulan itu saya siap di hukum mati Kemudian jubah saya di ganti jubah hitam. Semua orang berdiri. Matra dibacakan. Sebuah kain hitam di lantai kemudian disingkapkan. Dan terlihat ada gambar Tuhan Yesus cukup besar. Setiap orang mengelilingi gambar tersebut 3 kali berlawanan dengan arah jarum jam kemudian bergantian menghentakkan kaki di atas gambar tersebut sembari memercikan darah ke atas gambar tersebut lalu kembali mengelilingi gambar tersebut sebanyak 3 kali berlawanan arah jarum jam. Pemimpin ritual lantas berkata : “Hidup Lucifer mati Yesus. Puncak ritual dilakukan. Anggota dipersilahkan melakukan apa yang dinginkan.
Jubah hitam ditanggalkan dan mereka telanjang bulat. Lalu anggota laki-laki melakukan hubungan seks dengan anggota perempuan. Saya tidak melakukan apa-apa. Kemdian si Lucifer muncul lagi dan berkata : Kamu harus bisa Rina yang kemudian mencium saya, saya seperti terhipnotis lalu dia menghilang menimbulkan hembusan angin disertai bau harum. Upacara selesai. Saya langsung pulang ke rumah sekitar pukul 5.30. Sejak itu saya selalu terlambat masuk sekolah. Prestasi saya menurun. Tak bisa konsentrasi lagi. Saya selalu punya keinginan berkumpul dengan mereka, kalau tidak bertemu mereka sehari saja, rasanya seperti mau mati. Saya dinobatkan menjadi ratu tahun 1996, lewat satu upacara seperti perkawinan manusia normal. Dan layaknya saya juga melakukan hubungan seksual.Lain lagi cerita Laura Gansalangi, yang biasa dipanggil Laura. Ia mengaku mendapat nama panggilan ACE yang jika dibaca menjadi ASE singkatan dari Anak Emas Setan.
Pelepasan
Rina dan Laura adalah pengikut dari GS yg berhasil dilepaskan. Herman mengenal Rina kala di Singapura, setelah tahu keadaan Rina sebenarnya maka Herman intensif melayani Rina dalam hal rohani, proses penyembuhannya dianggap mudah tetapi untuk mengembalikan Rina ke keadaan semula itulah yang sukar, dan itu memerlukan waktu. Rina mengaku sudah tidur dengan Lucifer, untuk itu Herman mengadakan upaya pelepasan untuk Rina. Herman mendoakan dan mengurapi Rina dan kemudian meremas janin Lucifer tersebut, dan janin tersebut berhasil mati. Darah keluar banyak sekali berember-ember, tidak seperti janin manusia yang normal, kemudian darah yang keluar bukan hanya dari v(^_^)v layaknya wanita keguguran tetapi juga dari sekujur tubuh Rina. Usia kandungan itu diperkirankan berumur 4-5 bulan. Rina waktu itu sudah berstatus menjadi ratu Lucifer bukan calon ratu lagi karena telah mengandung janin Lucifer.kalo pelepasan Laura itu begini... "Prosesi yang Tegang!" demikian komentar harian Manado Post, ketika anggota tim 11-nya yang melacak kegiatan gereja setan, turut menyaksikan acara pelepasan 3 roh kuasa gelap dari tubuh Laura, yakni raja iblis (lucifer), hyberia (istri lucifer) & prince of michael di gereja GMIM Paulus Jl Sam Ratulangi, Manado tgl 24 Maret lalu. Proses pelepasan Laura dipimpin oleh Ev. Herman Kemala, seorang hamba Tuhan yang dikaruniai talenta serta mempelajari liku2 aliran sesat di AS. Acara pelepasan sendiri diprakarsai oleh Pdt. Billy SPAK. Hadir pula Kakansospol Manado Mayor John Rambing, Sekum GMIM Pdt. Niko Gara S. Th MA, Aparat keamanan dari Polda Manado, & hamba2 Tuhan gereja setempat yang diundang hadir. Saat acara pelepasan dimulai hadirin dipersilahkan untuk menyaksikan tanda2 yang dimiliki oleh gereja setan yang terpatri di tubuh Laura. Antara lain di lengan kanan & kiri berupa angka 666 serta Pentagram, naga leviatan, bunga mawar di dada kanan yang muncul di tubuh Laura. "Aduh, butul kantara skali tu angka 666…" kata seorang hadirin dengan logat Manado, ketika melihat lambang setan 666 dengan wajah pucat. Hadirin seakan tak sabar ingin melihat Ev. Herman segera melepaskan Laura dari tiga sosok roh jahat yang ada dalam dirinya. Sehelai karpet digelar & Laura dipersilahkan duduk sambil bersila di hadapan Ev. Herman. Petugas keamanan, hamba2 Tuhan, Sekum GMIM Pdt. Niko Gara & pimpinan gereja lainnya duduk di barisan depan, agar dapat dengan jelas melihat proses pelepasan kuasa jahat dalam diri Laura. Saat itu, melalui mulut Laura terdengar dengan jelas teriakan, sindiran, permintaan serta rencana besar2an dari tiga sosok roh dalam diri Laura. Bahkan si raja iblis, lucifer, secara langsung menceritakan rencana busuk mereka untuk mengacaukan pengikut umat Kristiani dengan menerapkan apa yang disebut Zaman Baru (New Age Movement). Langkah berikutnya ialah Ev. Herman menyerahkan mic kepada Pdt. Niko Gara untuk berdialog langsung dengan lucifer melalui mulut Laura.
"Aku tak berurusan dengan dia melainkan dengan kamu, Herman!" bentak si Raja Iblis kepada Ev. Herman. Langkah berikutnya, Ev. Herman kemudian melakukan proses pelepasan dengan penumpangan tanngan atas diri Laura, yang menyebabkan gadis itu berkali-kali muntah darah, berteriak histeris sambil mengucapkan kata2 yang sulit dimengerti.
"Herman…Aku tidak berurusan dengan orang ini. Dia bukan tandinganku. Semburan darah yang keluar dari mulut Laura, membuat beberapa hadirin di bagian depan, merasa jijik. Sementara Laura meracau tidak karuan, beberapa pembantu Ev. Herman memegangi tubuh Laura. Proses pelepasan ditandai dengan adanya "tawar-menawar" antara lucifer dengan Ev. Herman. Lucifer berkeras ingin tetap berada dalam diri Laura karena Laura adalah ASE atau Anak Emas Setan. "Ia adalah milikku karena ia adalah mempelaiku & kota Manado adalah ranjangku tempat berbaring!" kata lucifer. Namun, Allah tak mau berkompromi kepada iblis. Lewat hambaNya, Ev. Herman, malam itu, Laura berhasil dipulihkan lagi dari cengkraman raja iblis. Malam itu roh asli Laura, dipanggil kembali ke fisiknya dalam nama Allah Bapa, Allah Anak, & Allah Roh Kudus. Ev. Herman mengajak seluruh hadirin berdoa bersama karena Laura berhasil direbut kembali dari tangan iblis. Puji Tuhan, seru hampir seluruh hadirin yang menyaksikan bagaimana Allah telah mengalahkan si raja iblis.
Dpt kita simpulkan kalo musuh utama kita adalah iblis! Dan yg harus kita perangi adalah iblis juga!seperti yg sudah tertulis dalam alkitab bahwa yg kita perangi itu bukanlah darah dan daging tetapi penguasa2 dan penghulu2 di udara alias iblis.salah besar jika kita sbg org kristen menganggap sesama kita itu musuh dan hrs diperangi,terus apa bedanya kita dg penjahat dan pembunuh??setan justru senang dg perpecahan dan dia akan menang...maka kita sbg pengikut Tuhan harusnya menasehati dan mendoakan bukannya mengajak cek cok..
http://www.facebook.com/group.php?gid=83141696722
Rina adalah bekas ratu yang telah insaf, 3 tahun yang lalu ia menjadi pemuja setan. Rina telah disembuhkan tanggal 28 Januari 1999 oleh Pak Herman. Usianya saat ini adalah 22 tahun. Rina terlibat dengan GS adalah sekitar akhir Mei 1995.
Sewaktu itu Rina masih kelas 1 SMKK. Demikian potongan cerita Rina:
"Seorang teman wanita saya mengajak saya ikut karate. Beberapa minggu kemudian, teman itu mengajak saya pergi ke sebuah acara kebaktian, Saya menolaknya tetapi teman itu memaksa terus, katanya saya akan mendapat ketenangan. Akhirnya saya setuju, dan dia akan menjemput saya pukul 24.00. Saya lupa nama perempuan itu, dan sekarang saya baru tahu kalau dia bukan pelajar SMKK. Total kami adalah berempat. Kami tiba di sebuah gubuk. Teman saya kemudian menghentakkan kakinya 3 kali seraya membaca mantera. Sesudah itu sebuah pintu tiba-tiba terbuka.
Sebuah tangga menghubungkan kami dengan ruang kebaktian. Ruangan itu hanya diterangi oleh lampu redup warna hijau. Tidak ada bangku atau kursi. Beberapa orang sudah ada duduk di bawah lantai dengan teratur. Ruangan itu besar sekali, bentuknya lancip, dan di ujung ruangan lancip itu ada sebuah altar. Bentuknya persegi dengan gambar pentagram di tengahnya. Lingkaran sebelah dalam berputar terus menerus. Ada 5 orang berjubah hitam berdiri di belakang altar tadi. Di belakang ke 5 orang itu ada gambar pentagram dengan 2 lingkaran di luarnya. Juga ada gambar salib patah. Sebuah gentong ada di depan altar, dan banyak cawan di letakkan di atas meja. Saya mendengar musik yang keras sekali sampai jantung berdebar-debar. Musik itu berhenti saat ritual di mulai. Saya diwajibkan menanggalkan pakaian, di ganti jubah putih. Sesudah itu, kami diharuskan mencuci wajah dan kaki dengan air yang sudah disiapkan sebagai tanda siap memasuki ritual satanisme tersebut. Baunya seperti air untuk memandikan mayat.
Lalu sebuah kertas disodorkan pada saya, dan saya diminta untuk menandatangani di kertas itu. Tangan saya di tarik dan dilukai dengan sebuah pisau, darah saya ditempelkan ke kertas tadi, belakangan saya tahu itulah kontrak darah yang di tulis dalam bahasa Indonesia. Isinya kira-kira : Saya resmi menjadi anggota.
Inilah gereja setan, kata si pemimpin tadi. Saya kaget luar biasa, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Acara berikutnya adalah meminum darah dari gentong tadi. Tapi sebelum itu tiba-tiba muncul sosok tinggi besar berkata Selamat datang, kami sudah dengar tentang kau, saya tahu sejarah hidupmu, dan ternyata namanya adalah Prince of Michael. Prince of Michael ini yang pertama meminum darah dari cawan tadi. Setelah itu peserta lain mengumamkan lagu-lagu pujian sambil memutari altar dan saya menjadi merinding tetapi lama kelamaan saya menyukai lagu itu. Tiba-tiba muncul satu sosok lagi,kulitnya kuning langsat, matanya
biru, tubuhnya lebih tinggi dan kekar dari orang sebelumnya, dia berjubah tetapi tidak berkerudung, dan dia tertawa sambil berkata : Hari ini adalah hari bahagia karena tamu yang lama di tunggu sudah tiba. Kalian berhasil menjalankan misi yang aku berikan, lalu katanya lagi : I'm Lucifer, I am king of king.lalu ia mengambil tangan saya dan mencium tangan saya lalu berkata : “Jangan ada yang menyentuh dia karena dia milik saya, lalu ia berkata kepada anggota lainnya : Good Bye, I Love You, lantas kemudian ia menghilang.
Lalu saya membaca ikrar, Saya menyerahkan seluruh jiwa dan tubuh saya untuk GS, kalau saya memberontak atau keluar dari perkumpulan itu saya siap di hukum mati Kemudian jubah saya di ganti jubah hitam. Semua orang berdiri. Matra dibacakan. Sebuah kain hitam di lantai kemudian disingkapkan. Dan terlihat ada gambar Tuhan Yesus cukup besar. Setiap orang mengelilingi gambar tersebut 3 kali berlawanan dengan arah jarum jam kemudian bergantian menghentakkan kaki di atas gambar tersebut sembari memercikan darah ke atas gambar tersebut lalu kembali mengelilingi gambar tersebut sebanyak 3 kali berlawanan arah jarum jam. Pemimpin ritual lantas berkata : “Hidup Lucifer mati Yesus. Puncak ritual dilakukan. Anggota dipersilahkan melakukan apa yang dinginkan.
Jubah hitam ditanggalkan dan mereka telanjang bulat. Lalu anggota laki-laki melakukan hubungan seks dengan anggota perempuan. Saya tidak melakukan apa-apa. Kemdian si Lucifer muncul lagi dan berkata : Kamu harus bisa Rina yang kemudian mencium saya, saya seperti terhipnotis lalu dia menghilang menimbulkan hembusan angin disertai bau harum. Upacara selesai. Saya langsung pulang ke rumah sekitar pukul 5.30. Sejak itu saya selalu terlambat masuk sekolah. Prestasi saya menurun. Tak bisa konsentrasi lagi. Saya selalu punya keinginan berkumpul dengan mereka, kalau tidak bertemu mereka sehari saja, rasanya seperti mau mati. Saya dinobatkan menjadi ratu tahun 1996, lewat satu upacara seperti perkawinan manusia normal. Dan layaknya saya juga melakukan hubungan seksual.Lain lagi cerita Laura Gansalangi, yang biasa dipanggil Laura. Ia mengaku mendapat nama panggilan ACE yang jika dibaca menjadi ASE singkatan dari Anak Emas Setan.
Pelepasan
Rina dan Laura adalah pengikut dari GS yg berhasil dilepaskan. Herman mengenal Rina kala di Singapura, setelah tahu keadaan Rina sebenarnya maka Herman intensif melayani Rina dalam hal rohani, proses penyembuhannya dianggap mudah tetapi untuk mengembalikan Rina ke keadaan semula itulah yang sukar, dan itu memerlukan waktu. Rina mengaku sudah tidur dengan Lucifer, untuk itu Herman mengadakan upaya pelepasan untuk Rina. Herman mendoakan dan mengurapi Rina dan kemudian meremas janin Lucifer tersebut, dan janin tersebut berhasil mati. Darah keluar banyak sekali berember-ember, tidak seperti janin manusia yang normal, kemudian darah yang keluar bukan hanya dari v(^_^)v layaknya wanita keguguran tetapi juga dari sekujur tubuh Rina. Usia kandungan itu diperkirankan berumur 4-5 bulan. Rina waktu itu sudah berstatus menjadi ratu Lucifer bukan calon ratu lagi karena telah mengandung janin Lucifer.kalo pelepasan Laura itu begini... "Prosesi yang Tegang!" demikian komentar harian Manado Post, ketika anggota tim 11-nya yang melacak kegiatan gereja setan, turut menyaksikan acara pelepasan 3 roh kuasa gelap dari tubuh Laura, yakni raja iblis (lucifer), hyberia (istri lucifer) & prince of michael di gereja GMIM Paulus Jl Sam Ratulangi, Manado tgl 24 Maret lalu. Proses pelepasan Laura dipimpin oleh Ev. Herman Kemala, seorang hamba Tuhan yang dikaruniai talenta serta mempelajari liku2 aliran sesat di AS. Acara pelepasan sendiri diprakarsai oleh Pdt. Billy SPAK. Hadir pula Kakansospol Manado Mayor John Rambing, Sekum GMIM Pdt. Niko Gara S. Th MA, Aparat keamanan dari Polda Manado, & hamba2 Tuhan gereja setempat yang diundang hadir. Saat acara pelepasan dimulai hadirin dipersilahkan untuk menyaksikan tanda2 yang dimiliki oleh gereja setan yang terpatri di tubuh Laura. Antara lain di lengan kanan & kiri berupa angka 666 serta Pentagram, naga leviatan, bunga mawar di dada kanan yang muncul di tubuh Laura. "Aduh, butul kantara skali tu angka 666…" kata seorang hadirin dengan logat Manado, ketika melihat lambang setan 666 dengan wajah pucat. Hadirin seakan tak sabar ingin melihat Ev. Herman segera melepaskan Laura dari tiga sosok roh jahat yang ada dalam dirinya. Sehelai karpet digelar & Laura dipersilahkan duduk sambil bersila di hadapan Ev. Herman. Petugas keamanan, hamba2 Tuhan, Sekum GMIM Pdt. Niko Gara & pimpinan gereja lainnya duduk di barisan depan, agar dapat dengan jelas melihat proses pelepasan kuasa jahat dalam diri Laura. Saat itu, melalui mulut Laura terdengar dengan jelas teriakan, sindiran, permintaan serta rencana besar2an dari tiga sosok roh dalam diri Laura. Bahkan si raja iblis, lucifer, secara langsung menceritakan rencana busuk mereka untuk mengacaukan pengikut umat Kristiani dengan menerapkan apa yang disebut Zaman Baru (New Age Movement). Langkah berikutnya ialah Ev. Herman menyerahkan mic kepada Pdt. Niko Gara untuk berdialog langsung dengan lucifer melalui mulut Laura.
"Aku tak berurusan dengan dia melainkan dengan kamu, Herman!" bentak si Raja Iblis kepada Ev. Herman. Langkah berikutnya, Ev. Herman kemudian melakukan proses pelepasan dengan penumpangan tanngan atas diri Laura, yang menyebabkan gadis itu berkali-kali muntah darah, berteriak histeris sambil mengucapkan kata2 yang sulit dimengerti.
"Herman…Aku tidak berurusan dengan orang ini. Dia bukan tandinganku. Semburan darah yang keluar dari mulut Laura, membuat beberapa hadirin di bagian depan, merasa jijik. Sementara Laura meracau tidak karuan, beberapa pembantu Ev. Herman memegangi tubuh Laura. Proses pelepasan ditandai dengan adanya "tawar-menawar" antara lucifer dengan Ev. Herman. Lucifer berkeras ingin tetap berada dalam diri Laura karena Laura adalah ASE atau Anak Emas Setan. "Ia adalah milikku karena ia adalah mempelaiku & kota Manado adalah ranjangku tempat berbaring!" kata lucifer. Namun, Allah tak mau berkompromi kepada iblis. Lewat hambaNya, Ev. Herman, malam itu, Laura berhasil dipulihkan lagi dari cengkraman raja iblis. Malam itu roh asli Laura, dipanggil kembali ke fisiknya dalam nama Allah Bapa, Allah Anak, & Allah Roh Kudus. Ev. Herman mengajak seluruh hadirin berdoa bersama karena Laura berhasil direbut kembali dari tangan iblis. Puji Tuhan, seru hampir seluruh hadirin yang menyaksikan bagaimana Allah telah mengalahkan si raja iblis.
Dpt kita simpulkan kalo musuh utama kita adalah iblis! Dan yg harus kita perangi adalah iblis juga!seperti yg sudah tertulis dalam alkitab bahwa yg kita perangi itu bukanlah darah dan daging tetapi penguasa2 dan penghulu2 di udara alias iblis.salah besar jika kita sbg org kristen menganggap sesama kita itu musuh dan hrs diperangi,terus apa bedanya kita dg penjahat dan pembunuh??setan justru senang dg perpecahan dan dia akan menang...maka kita sbg pengikut Tuhan harusnya menasehati dan mendoakan bukannya mengajak cek cok..
http://www.facebook.com/group.php?gid=83141696722
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)